Rembang, 29 Oktober 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan anak, serta mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Rembang, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menyelenggarakan Pelatihan Kader Telponi AKI-AKB dan Telponi Stunting pada Rabu, 29 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Gajah Mada Rembang dan dihadiri oleh perwakilan kader Telponi dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Rembang.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini, pendampingan, dan pelaporan kasus terkait Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta stunting melalui sistem Telponi (Telepon Informasi dan Intervensi) yang telah dikembangkan oleh pemerintah daerah. Melalui sistem ini, kader diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam memberikan respon cepat terhadap permasalahan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menyampaikan bahwa kader Telponi memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan tenaga kesehatan. “Dengan pelatihan ini, kami berharap para kader semakin tanggap dalam memberikan informasi dan intervensi awal terhadap ibu hamil berisiko, bayi baru lahir, serta anak dengan gejala stunting. Kolaborasi kader Telponi dan KPM menjadi kunci sukses menurunkan AKI, AKB, dan stunting di Rembang,” ujarnya.
Materi pelatihan meliputi:
-
Pemanfaatan aplikasi dan sistem Telponi untuk pelaporan kasus.
-
Pengenalan tanda bahaya kehamilan dan persalinan.
-
Pencegahan stunting sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK).
-
Teknik komunikasi efektif antara kader dan masyarakat.
-
Simulasi penanganan awal kasus gawat darurat ibu dan bayi.
Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dibawakan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Puskesmas, dan praktisi kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi lintas sektor, memperkuat sistem rujukan berbasis masyarakat, serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Rembang secara signifikan.