PURWOREJO (7/7/2026) – Bertempat di Kantor Desa Purworejo, jajaran Pemerintah Desa, pengurus Forum Kesehatan Desa (FKD), perwakilan Puskesmas, kader kesehatan, serta Tim Penggerak PKK berkumpul untuk melaksanakan rangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta penggalangan komitmen kesehatan. Agenda ini dirancang untuk memastikan seluruh program kesehatan masyarakat berjalan optimal, akuntabel, dan berdampak nyata bagi warga.
Berikut adalah empat poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam agenda terpadu tersebut:
1. Monev FKD dalam Rumah Desa Sehat (RDS)
Evaluasi terhadap Forum Kesehatan Desa (FKD) difokuskan pada penguatan wadah koordinasi. Melalui Rumah Desa Sehat (RDS), tim mengevaluasi akurasi data konvergensi stunting dan sinkronisasi perencanaan program kesehatan yang akan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun berjalan. Forum ini memastikan bahwa usulan masyarakat di bidang kesehatan terdokumentasi dengan baik di dalam sistem perencanaan desa.
2. Monev Administrasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP)
Seiring transisi posyandu konvensional menjadi Posyandu Siklus Hidup, pembenahan sistem administrasi menjadi hal mutlak. Fokus monev ini meliputi:
- Kelengkapan Pencatatan: Pemeriksaan kesesuaian pengisian Buku KIA dan register 5 langkah pelayanan posyandu.
- Kesiapan Logbook & Digitalisasi: Penilaian kesiapan kader dalam melakukan input data skrining kesehatan ke aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku) agar pelaporan bersifat real-time.
- Logistik Alat: Memastikan ketersediaan serta fungsi dari alat antropometri terstandar dan tensimeter digital untuk semua klaster usia (dari bayi hingga lansia).
3. Monev Penyelenggaraan PMT Lokal
Tim Nutrisional Puskesmas memimpin evaluasi pelaksanaan intervensi gizi berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Aspek utama yang diperiksa meliputi alur pengolahan menu, kepatuhan distribusi, serta kelengkapan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) administrasi keuangan dana BOK. Evaluasi lapangan menunjukkan perkembangan positif berupa peningkatan berat badan berkala pada balita gizi kurang dan ibu hamil dengan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) di wilayah Desa Purworejo.
4. Penggalangan Komitmen STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh lintas sektor yang hadir menandatangani naskah komitmen bersama untuk menyukseskan program STBM. Komitmen ini difokuskan pada pemenuhan 5 Pilar STBM, terutama mempertahankan status Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF) dan menggalakkan gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di fasilitas umum serta rumah tangga. Langkah ini diambil guna memutus rantai penularan penyakit berbasis lingkungan seperti diare, yang menjadi salah satu pemicu tidak langsung masalah stunting.
Rangkaian monev yang berlangsung hingga siang hari ini menghasilkan beberapa catatan rekomendasi penting. Pemerintah Desa Purworejo berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil evaluasi, terutama penguatan pendampingan bagi kader posyandu yang masih beradaptasi dengan format administrasi ILP baru. Melalui sinergi yang terukur ini, Desa Purworejo optimistis dapat mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas stunting.